Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Jaya Sebut Sebanyak 265 Santri Aktif Saat Pengambilan Data Beasiswa

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jul 2026 20:04 redaksi

FRASALOCAL||ACEH JAYA- Kepala Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Aceh Jaya jelaskan persoalan 265 santri yang di sebutkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-Rl) bahwa tidak aktif, dan 13 santri yang sama namanya itu tidak benar karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) berbeda, Rabu 1 Juli 2026.

“Data yang ada memang aktif semua dan tidak ada rekayasa, karena semua mempunyai surat keterangan aktif dari Dayah,”ujar Abdul Halim, S.Pd.,M. Si Kepala Dinas Pendidikan Dayah.

Kata Abdul Halim, pada saat permintaan data itu pada bulan April 2025 ketika beasiswa itu cair mereka sudah tamat, jadi penerima beasiswa dianggap masih aktif pada bulan yang di mintai data santri.

“Saran mereka dari PPTK akhir tahun aja jangan diakhir semester penyaluran beasiswanya, jadi kami bisa-bisa aja, dan itu tidak masalah bagi kami, katanya suruh konfirmasi dan itu udah kami konfirmasi,”ungkap Abdul Halim.

Sementara dengan 13 orang santri di duga tumpang tindih nama, Abdul Halim sebut itu tidak benar karena ke 13 tersebut beda NIK nya cuma kesamaan nama.

“Sudah di cek oleh Baitul Mal bahwan data 13 orang santri dengan Dinas pendidikan Dayah itu beda santrinya, dari umur yang tidak sama hingga ke NIK nya berbeda,”jelas Abdul Halim.

Abdul Halim menyebutkan data yang di terima oleh Dinas Pendidikan Dayah berasal dari desa yang sudah di tetapkan sebagai santri kategori miskin, kemudian diserahkan kepada kecamatan, kemudian baru diberikan kepada dinas.

“Semua data tersebut terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), karena dari pihak dinas tidak bisa menyatakan seorang santri sebagai kategori miskin, yang bisa menyatakan seperti itu hanya data DTKS,”jelas Abdul Halim.

Kemudian, Abdul Halim mengungkapkan bahwa semua beasiswa Santri Dayah Kategori miskin sudah di salurkan semua melalui Rekening pribadi milik santri masing-masing.

LAINNYA