FRASALOCAL||ACEH BARAT- Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Aceh Barat tepatnya di Aula Gedung B Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus menyatukan komitmen dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya penguatan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, Pengawas PAI, pengurus AGPAII, serta 400-an Guru PAI dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi peusijuk kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah memajukan dunia pendidikan di Aceh Barat.
Pada kegiatan inti, para peserta mendapatkan penguatan wawasan dan kebijakan pendidikan dari tiga narasumber utama, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Forum Kelompok Kerja Guru (FKG) PAI TK Kabupaten Aceh Barat dan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI dari 12 kecamatan se-Kabupaten Aceh Barat, sebagai upaya memperkuat organisasi profesi guru PAI hingga ke tingkat kecamatan.
Ketua DPD AGPAII Kabupaten Aceh Barat, Syahwaludin, S.Pd.I., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa AGPAII siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Menurutnya, guru PAI memiliki peran sentral dalam membangun karakter peserta didik melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, AGPAII berkomitmen untuk mendukung secara penuh berbagai program penguatan karakter yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
“Melalui kegiatan PKB ini, AGPAII siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program penguatan karakter di sekolah. Kami siap menggerakkan seluruh Guru PAI untuk mengawal pelaksanaan program 15 menit membaca Al-Qur’an sebelum memulai pembelajaran, membudayakan shalat Zuhur berjamaah di sekolah, serta mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan karakter lainnya yang mampu membentuk peserta didik berakhlakul karimah, disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter Islami,” ujar Syahwaludin.
Ia menambahkan bahwa penguatan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab Guru PAI semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah. Namun demikian, Guru PAI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak dalam membangun budaya religius di lingkungan sekolah.
AGPAII Aceh Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat dalam menyukseskan berbagai program peningkatan mutu pendidikan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembinaan Guru PAI yang profesional sekaligus menjadi penggerak berbagai program pembiasaan positif di sekolah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang religius, aman, nyaman, dan berkarakter.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat profesionalisme Guru PAI sekaligus mendukung terwujudnya generasi Aceh Barat yang religius, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang seimbang.