FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Di tengah bayang-bayang kemarau panjang dan keterbatasan infrastruktur, optimisme ketahanan pangan justru membubung tinggi dari hamparan sawah Desa Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten setempat..
Pada Senin (8/6/2026), Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, memimpin langsung aksi Tanam Perdana Padi Gadu Tahun 2026.
Langkah nyata ini menjadi simbol perlawanan terhadap krisis iklim sekaligus menegaskan posisi Abdya sebagai lumbung pangan utama di Pantai Barat Selatan Aceh.
Momen krusial ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Abdya, di antaranya Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi (Abi Roni), Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al Amin, Kajari Abdya Kardono SH MH (mewakili Kapolres), serta para anggota DPRK dan unsur terkait lainnya. Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Abdya sukses mengawal jalannya acara sebagai leading sector.
Militansi Petani di Tengah Keterbatasan
Kepala Distan Abdya, Hendri Yadi, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang tetap gigih turun ke sawah.
“Sebanyak 80 persen lahan di Abdya saat ini sudah siap tanam. Angka yang luar biasa mengingat kita sedang dihadapkan pada kondisi alsintan (alat mesin pertanian) yang terbatas, irigasi tersendat, hingga ancaman kemarau panjang. Terima kasih kepada petani Abdya yang telah bersusah payah menggarap lahan hingga masa tanam ini sukses terlaksana,” ujar Hendri.
Hendri juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 ini, Abdya mendapatkan suntikan bantuan alat pertanian dari APBN berupa 10 unit hand tractor, traktor roda empat (4WD), dan combine harvester. Ia memuji komitmen Bupati Safaruddin yang terus berjuang di tingkat pusat demi kesejahteraan petani lokal.
Target Tinggi Swasembada Pangan
Apresiasi senada juga datang dari perwakilan Swasembada Pangan Aceh, Syawal Hasibuan. Menurutnya, tanam perdana ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya dalam memacu sektor agraris.
Dengan koordinasi matang dari Kadis Pertanian, Syawal optimis Luas Tambah Tanam (LTT) tahun ini bisa melampaui pencapaian tahun-tahun sebelumnya.
Target Cetak Lahan Abdya Tahun 2026: LTT Reguler: 14.466 Hektare Optimasi Lahan (Oplah): 102 Hektare, Brigade Pangan: 5 Hektare.
“Saya yakin, jika tahun lalu hasilnya sudah bagus, maka dengan dukungan penuh dari Bupati Safaruddin, hasil panen tahun ini akan jauh lebih baik lagi,” tegas Syawal.
Strategi Besar Bupati: Lobi Alsintan hingga Rencana Subsidi 2027
Dalam arahan penuh semangat, Bupati Abdya Safaruddin menegaskan bahwa Abdya merupakan salah satu daerah yang paling agresif dan sukses mendapatkan bantuan Alsintan dari pusat.
“Melalui lobi-lobi kecil dengan Pak Menteri, kita terus mengupayakan bantuan tambahan. Target saya, dalam satu periode pemerintahan ini, Abdya harus memiliki 30 unit combine dan 30 unit traktor 4WD,” ungkap Safaruddin disambut tepuk tangan petani.
Merespons keluhan petani, Safaruddin menginstruksikan Kadis Pertanian untuk bersiaga 24 jam dalam mengontrol dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat bawah. Ia bahkan membawa kabar gembira terkait rencana strategis tahun depan.
“Jika ketersediaan lahan mencukupi dan kekuatan keuangan daerah kita mendukung, maka pada tahun 2027 mendatang, kita akan mencoba mensubsidi ongkos bajak sawah untuk meringankan beban para petani,” janji Bupati Safaruddin.