FRASALOKAL.COM||BLANGPIDIE – Komandan Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas-tugas TNI, terutama di tengah padatnya agenda penanganan bencana dan program strategis pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkannya saat bersilaturahmi dengan insan pers dalam agenda coffee morning di salah satu HOKA KOPI di Desa Babah Lhueng Kecamatan Blangpidie, Selasa (17/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjelang Ramadan 1447 Hijriah itu menjadi forum awal memperkuat kemitraan antara TNI dan media di Abdya. Rana mengawali pertemuan dengan permohonan maaf karena baru dapat berjumpa dengan wartawan sejak menjabat, dengan alasan fokus jajarannya tersita pada penanganan bencana di Aceh yang masih berstatus siaga.
“Saya mohon maaf baru bisa bersilaturahmi. Selama ini kami disibukkan dengan penanganan bencana, apalagi status Aceh masih siaga bencana,” kata Dandim Rana.
Ia menekankan, keterbukaan informasi dan pemberitaan media merupakan bagian penting dari kerja-kerja TNI di daerah. Menurut Dandim, publikasi yang akurat tidak hanya menyampaikan program TNI kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen kontrol sosial terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“TNI tidak bisa bekerja tanpa adanya pemberitaan dari media. Kolaborasi dengan wartawan itu sangat penting,” ujarnya.
Rana menjelaskan, selain tugas teritorial, TNI kini juga mengemban sejumlah peran non-operasional yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya pendampingan ketahanan pangan melalui percetakan sawah baru dan optimasi lahan, hingga pengawasan revitalisasi SMA yang kini dilakukan secara swakelola.
“Kegiatan revitalisasi SMA sekarang dilakukan secara swakelola, sehingga TNI ditugaskan mengawasi agar cepat terealisasi,” kata perwira yang disebut sebagai Dandim termuda di Aceh tersebut.
Kodim Abdya, kata dia, juga dilibatkan dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan perkampungan nelayan, serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, pelaksanaan pembangunan gerai KDMP di Aceh masih menghadapi kendala, terutama akibat faktor bencana serta karakter proyek yang padat karya.Layanan DLHK3
Dandim juga berharap KDMP ke depan dapat menjadi pusat pemenuhan kebutuhan program MBG di daerah, sehingga perputaran ekonomi tidak lagi keluar dari wilayah Abdya.
“Harapannya kebutuhan MBG tidak lagi belanja ke luar seperti Berastagi atau Medan. Sasaran MBG itu ke depan adalah KDMP, sehingga perputaran uang tetap di desa,” pungkasnya.