BLANGPIDIE – Upaya pemulihan bagi warga Padang Kawa Kecamatan Tangan-tangan di Kabupaten Aceh Barat Daya, menunjukkan progres signifikan. Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah Abdya terus mempercepat penyediaan hunian layak bagi para mereka dapat menyambut Lebaran dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman .
“Sebelum takbir Idul Fitri berkumandang, istana baru untuk keluarga bang Amran harus selesai terbangun. Pembangunannya kita kebut agar cepat selesai,” kata Bupati Safaruddin didampingi pengurus Baitul Mal Abdya dan Camat Tangan-Tangan, Jasmadi serta aparatur desa setempat.
Bupati Safaruddin terlihat menurunkan kepala tukang, konsultan perencana, dan memerintahkan Keuchik (kepala desa) Padang Kawa hingga relawan untuk segera mengerjakan pembangunan rumah tersebut agar bisa tuntas sebelum takbir Idul Fitri.
Sebelumnya, Amran bersama istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tinggal di rumah tak layak huni yang berkontruksi pelepah rumbia dan hanya berlantai tanah. Selain memiliki tiga tanggungan, di rumah Amran juga tinggal keponakannya yang piatu.
Kondisi keluarga yang hidup di rumah pelepah rumbia itu ditemukan oleh Bupati Safaruddin saat ia dengan sengaja melakukan perjalanan berkeliling ke pelosok-pelosok kampung untuk memantau kehidupan masyarakatnya.
Pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Bupati Safaruddin singgah di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan. Dengan menempuh jarak lebih kurang lima kilometer dari jalan nasional, Bupati Safaruddin menapaki jalur yang belum terpoles aspal untuk menuju rumah Amran yang jauh dari kata layak huni.
Terharu dan sedih melihat kondisi keluarga Amran, Bupati Safaruddin turut merasakan bagaimana tinggal dirumah tersebut sembari melaksanakan sahur bersama keluarga duafa tersebut.
Dengan cepat, Bupati Safaruddin mengambil sikap untuk memberikan rumah layak huni bagi keluarga tersebut. Bahkan tak tanggung-tanggung, Safaruddin minta rumah tersebut selesai dibangun sebelum takbir lebaran Idul Fitri.
Menurut Bupati Safar, masih banyak kondisi rumah warga yang tinggal di rumah tak layak huni, khususnya di Kecamatan Tangan-Tangan.
“Masih banyak laporan rumah tak layak huni dari Keuchik. Namun, kebanyakan di Kecamatan Tangan-tangan, seperti di Pante Gelumpang, Drien Jaloe, dan di lokasi lainnya. Jadi sekarang kita gerak di Tangan-Tangan dulu, insyaAllah setelah ini kita akan menyasar ketempat lain,” ungkapnya.
Kesempatan itu, Bupati Safar juga meminta Baitul Mal untuk mempersiapkan anggaran pembangunan rumah layak huni bagi kaum duafa dan masyarakat miskin yang ada di Abdya.
“Di periode saya dengan bang Zaman Akli, saya tidak ingin lagi masih ada warga saya yang hidup dan tinggal di rumah pelepah rumbia,” tegasnya.
Amatan di lokasi, rumah baru untuk keluarga Amran mulai dikerjakan. Bangunan lama pelepah rumbia sudah dibongkar untuk dibangun rumah yang layak huni dengan ukuran 4,5 x 8 meter sesuai perhitungan konsultan perencanaan.
Pembangunan rumah baru untuk keluarga Amran tersebut rencana dikerjakan oleh dua orang tukang, 12 orang pekerja dari relawan Safaruddin-Zaman Akli.
“Semua material pembangunan rumah juga diminta Bupati Safaruddin segera didatangkan dengan harapan bisa dikerjakan tuntas.