BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin, S.Sos, MSP secara resmi menutup Ramadhan Fair yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Desa Pantai Perak Kecamatan Susoh, Senin malam, 2 Maret 2026.
Penutupan kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, S.Sos, MM, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Roni Guswandi, Sekda Abdya Amrizal, S.Sos, Waka Polres Abdya Kompol Misyanto, perwakilan Dandim 0110 Abdya, perwakilan Kajari Abdya, para asisten serta unsur SKPK kabupaten setempat.
Ramadhan Fair tahun ini juga menghadirkan puluhan stan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari makanan dan minuman, kuliner siap saji untuk berbuka puasa, hingga berbagai produk kerajinan dan kebutuhan lainnya.
Bupati Abdya bersyukur berkat dari kebersamaan sehingga terjalin dengan indah semua rangkaian kegiatan Ramadhan Fair berjalan dengan baik.
“Kita juga bersyukur melalui Ramadhan Fair denyut ekonomi masyarakat kita terasa semakin hidup dalam suasana ramadhan yang religius dan tertib. Ramadhan Fair ini telah menjadi ruang perjumpaan antara nilai dan realitas, antara ibadah dan ikhtiar, antara semangat ukhuwah dan penguatan ekonomi umat,” kata Bupati Safariddin.
“Kita menyaksikan bagaimana masyarakat berbondong-bondong hadir, bagaimana para pelaku UMKM mempromosikan produk terbaiknya, bagaimana generasi muda mengambil bagian, dan anak-anak kita dengan semaraknya mengikuti berbagai perlombaan, serta bagaimana suasana religius tetap terjaga di tengah ramainya aktivitas dan seperti inilah wajah Abdya yang sangat kita banggakan,” sebutnya.
Katanya, daerah yang mampu memadukan semangat syariat Islam dengan dinamika pembangunan ekonomi, merupakan daerah yang tidak hanya ingin tumbuh secara materi, tetapi juga kokoh dalam nilai dan akhlak.
Penutupan kegiatan malam ini bukanlah akhir dari semangat yang telah dibangun, namun, justru ini adalah momentum untuk melakukan refleksi, bahwa ramadhan mengajarkan tentang kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian.
“Tentu kita sangat menginginkan nilai-nilai kebersamaan ini tidak boleh berhenti ketika ramadhan usai, dan tidak boleh berhenti ketika ramadhan Fair ini ditutup, karena semangat kebersamaan yang kita rasakan selama beberapa hari ini harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,”ungkapnya.
Safaruddin menginginkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat adalah modal sosial yang sangat berharga. Sebab, dengan kebersamaan, tantangan sebesar apa pun pasti dapat hadapi.
“Kami melihat bahwa Ramadhan Fair ini telah memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Perputaran ekonomi meningkat, produk-produk lokal semakin dikenal, dan masyarakat memiliki alternatif ruang belanja yang nyaman dan Islami,” ucapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah hadir dan mau memberikan panggung kepada para pelaku usaha di kalangan masyarakat sendiri, maka manfaatnya juga akan kembali kepada daerah kita sendiri. Sehingga, ke depan, pemerintah akan terus berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.
“Kita ingin UMKM naik kelas, kita ingin produk lokal mampu bersaing, dan kita ingin generasi muda berani berwirausaha. Namun semua itu harus tetap berada dalam koridor syariat, menjunjung etika, kejujuran, dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Bupati Safaruddin juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, sponsor, aparat keamanan, tenaga kebersihan, serta seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah demi suksesnya kegiatan ini.
“Kerja keras saudara-saudara sekalian adalah bagian dari amal kebaikan yang Insya Allah bernilai ibadah. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Abdya yang telah menunjukkan kedewasaan dan kedisiplinan selama pelaksanaan ramadhan fair”, pungkasnya.