Akademisi Universitas Teuku Umar Minta Lakukan Penerapan Qanun Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Aceh Barat

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Des 2024 11:29 redaksi

FRASALOCAL||ACEH BARAT-Akademisi dari Universitas Teuku Umar (UTU) Aduwina Pakeh, M.Sc menyatakan dukungannya terhadap penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di Kabupaten Aceh Barat.

Adapun dukungan ini disampaikan Aduwina Pakeh dalam acara coffee morning di Be Xelo Café, Meulaboh seiring terbentuknya Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR) di Aceh Barat yang sedang gencar melakukan sosialisasi Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Menurut Aduwina Pakeh ,kebijakan kawasan tanpa rokok ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan asap rokok, baik langsung maupun tidak langsung. Pasalnya, selain sebagai penyebab berbagai penyakit tidak menular seperti kanker paru-paru, stroke, dan penyakit jantung, asap rokok juga membahayakan kesehatan lingkungan dan kualitas udara.

“Sebagai akademisi, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam edukasi dan advokasi kebijakan kesehatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kawasan tanpa rokok ini bukan hanya untuk melindungi perokok pasif, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menurunkan angka penyakit yang berhubungan dengan merokok,” ungkap Aduwina Pakeh

Kata Aduwina Pakeh, penerapan kebijakan ini perlu didukung dengan pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak hanya pemerintah dan akademisi, tetapi juga masyarakat perlu berperan aktif dalam memastikan kebijakan ini berhasil. Edukasi yang terus-menerus dan kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan perubahan perilaku yang signifikan,” ujar Akademisi mud aini.

Sementara itu, Ketua Satgas KTR, Deni Marlina mengungkapkan bahwa kebijakan kawasan tanpa  rokok adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang.

“Kami berharap kebijakan ini bisa diimplementasikan dengan baik di berbagai tempat umum, fasilitas pendidikan, serta ruang terbuka publik. Ini adalah langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang dapat dicegah,” kata Deni Marlina

Kemudian, ia juga menyebutkan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut.

“Dengan adanya dukungan dari akademisi, kami yakin kebijakan ini akan lebih mudah diterima oleh masyarakat dan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang,” tambahnya.

LAINNYA