waktu baca 2 menit
Senin, 29 Sep 2025 15:20 redaksi

FRASALOCAL || ACEH BARAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, terus melaksanakan program pembinaan kemandirian dengan memberikan pelatihan keterampilan wirausaha bagi warga binaan.

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan jala ikan, kerajinan umpan pancing bulu dari limbah plastik, barbershop atau pangkas rambut, hingga pembuatan batako dari limbah PLTU.

Kasubsi Giatja, Denni HS, menjelaskan, program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keahlian praktis yang bisa menjadi modal usaha setelah bebas.

“Kita latih mereka merajut jala, barbershop, membuat batako, sehingga setelah bebas bisa mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain,” ujarnya, Senin (29/09/2025).

Denni menambahkan, karya warga binaan tidak hanya dipasarkan kepada pengunjung Lapas, tetapi juga melalui media daring. Selain itu, warga binaan telah dibekali keterampilan pengelasan dan pembuatan mebel.

“Kita punya tukang yang bisa diandalkan untuk pengelasan dan mebel. Biasanya setiap ada permintaan pembuatan, langsung dikerjakan oleh warga binaan sesuai kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Salah seorang warga binaan, Lukman, mengaku keterampilan membuat umpan pancing bulu yang dimilikinya semakin berkembang selama berada di Lapas.

“Sudah ada skill sebelumnya, di sini lebih dikembangkan karena lebih fokus. Untuk harga, satu pack kecil sekitar Rp40 ribu, sedangkan yang besar Rp60 ribu. Permintaan datang dari Banda Aceh hingga Lhokseumawe,” ungkapnya.

Warga binaan lainnya, Iskandar, yang menekuni kerajinan jala, menyebutkan keterampilan tersebut baru dipelajarinya saat menjalani masa pidana.

“Kalau jala udang bisa selesai dua hingga tiga bulan, sedangkan jala ikan ukuran jempol atau telunjuk selesai dalam satu bulan. Harga jala bervariasi, mulai Rp250 ribu hingga Rp700 ribu per lembar, tergantung ukuran,” katanya.

Produk jala karya Iskandar bahkan sudah dipasarkan hingga ke Banda Aceh, Meulaboh, dan Aceh Selatan. Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan agar mampu hidup mandiri, menjauhi hal-hal negatif, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas.

LAINNYA