FOTO: Malaysiakini.com FRASALOCAL||MALAYSIA- Seorang anggota parlemen Pakatan mengemukakan tiga alasan bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencananya untuk menghidupkan program pelatihan Layanan Nasional, senin 2 Desember 2024.
Kementerian Pertahanan di Dewan Rakyat, Chow Yu Hui mengatakan bahwa meskipun Dinas Nasional 3.0 bertujuan untuk memupuk persatuan nasional dan patriotisme, kegagalan dan kelemahan masa lalunya tidak boleh diabaikan.
Chow menyebutkan catatan keselamatan program yang buruk sejak pertama kali diterapkan pada tahun 2003. Pada tahun 2004, seorang peserta pelatihan perempuan diperkosa di Kamp Merang, Terengganu.
“”Pada tahun 2009, seorang peserta pelatihan lainnya diserang secara seksual oleh lebih dari 20 peserta pelatihan pria di Kamp Chini, Pahang. Bentrokan rasial juga meletus di Kamp Chini pada tahun 2009.

Dilaporkan bahwa 23 pemuda Malaysia telah meninggal di kamp Layanan Nasional pada tahun 2013.
“Insiden ini telah mengguncang kepercayaan publik terhadap program ini. Kami tidak dapat memperkenalkannya kembali tanpa jaminan keselamatan yang kuat,” ungkap Chow.
Chau menunjukkan bahwa masalah keselamatan juga menjadi faktor utama dalam keputusan pemerintah Harapan untuk menghentikan program tersebut pada tahun 2018.(sumber: Malaysiakini.com)