Lawan Hoaks, FORJIAS Bekali Pelajar MAN 4 Aceh Selatan Ilmu Jurnalistik dan Literasi Media

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 14:07 redaksi

FRASALOCAL||ACEH SELATAN – Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (FORJIAS) menggelar kegiatan Sosialisasi Jurnalistik dan Literasi Media bagi pelajar di Aula MAN 4 Aceh Selatan, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari gempuran informasi palsu atau hoaks serta meningkatkan kecakapan menulis siswa.

Kepala MAN 4 Aceh Selatan, Khairul Amizar, S.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan FORJIAS. Menurutnya, kehadiran praktisi media langsung ke sekolah memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan sangat berharga bagi siswa.

“Kami merasa sangat bangga dan berterima kasih. Ini adalah kesempatan langka bagi siswa kami untuk belajar langsung dari ahlinya tentang bagaimana informasi diolah dan dipublikasikan secara benar sesuai kaidah yang berlaku,” ujar Khairul Amizar.

Pentingnya Berpikir Kritis di Era Digital

Ketua FORJIAS, Safdar S., dalam paparannya menekankan bahwa di era digital yang serba cepat, pelajar dituntut untuk lebih bijak dan kritis dalam mengonsumsi informasi di jagat maya. Ia mengingatkan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya.

“Pelajar perlu sangat bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sekadar menjadi konsumen konten, tetapi jadilah pengguna media yang kritis. Gunakan platform digital untuk hal-hal yang produktif dan mencerdaskan,” tegas Safdar.

Mengenal Rumus 5W+1H dan Kode Etik

Dalam sesi materi, Safdar membekali para siswa dengan teknik dasar pencarian berita melalui konsep 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How). Ia menjelaskan bahwa menguasai konsep ini adalah langkah awal untuk mampu menyusun tulisan yang sistematis sekaligus alat untuk membedakan fakta dengan opini atau kabar burung.

“Jurnalistik adalah proses intelektual yang menuntut ketelitian dan kejujuran. Dengan memahami elemen dasar informasi, kalian tidak hanya bisa menulis, tetapi juga memiliki sense of news atau kepekaan terhadap informasi yang sehat,” tambahnya.

Selain teori penulisan, para siswa juga diperkenalkan pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta cara membedakan produk pers profesional dengan konten media sosial biasa. Pemahaman ini diharapkan menjadi benteng utama agar pelajar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks.

Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh para siswa ini diharapkan mampu melahirkan pelopor literasi digital di lingkungan sekolah. Dengan kemampuan menyaring informasi yang baik, pelajar di Aceh Selatan diharapkan dapat menyampaikan fakta secara objektif dan bertanggung jawab di tengah masyarakat luas.

LAINNYA