
Oplus_0 FRASALOCAL|| BANDA ACEH- Demonstrasi jilid II yanag dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung Aliansi Rakyat Aceh (ARA) kembali, dilakukan pada , Senin 11 Mei 2026.
Koordinator Lapangan, Syarif Maulana, menyebutkan pihaknya sangat kecewa dimana pada saat demonstrasi berlangsung gebernur tidak ada di tempat.
“Hari ini rakyat Aceh kembali dipermainkan oleh Pemerintah Aceh yang gagal, pengecut, dan tidak punya keberanian moral untuk berhadapan langsung dengan rakyatnya sendiri.,”ujar Syarif Maulana, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut Syarif, lagi-lagi Gubernur Aceh memilih bersembunyi dan menghindar dari massa aksi yang datang membawa tuntutan jelas: CABUT PERGUB NOMOR 2 TAHUN 2026 TENTANG JKA.

Ironisnya, Kata Syarif, yang dihadapkan kepada massa hanyalah Asisten I Sekda Aceh yang bahkan mengakui dirinya tidak memiliki kapasitas untuk mencabut Pergub tersebut.
“Ini bentuk penghinaan terhadap rakyat Aceh,”tegas Syarif.
Kemudian, kata Syarif, bahwa pemerintah Aceh saat ini seolah ingin menunjukkan bahwa suara rakyat tidak penting dan penderitaan masyarakat hanya dianggap angin lalu.
“Jawaban Evaluasi yang kembali diucapkan hanyalah omong kosong basi yang sejak aksi pertama sudah kami dengar dari Sekda Aceh. Sampai hari ini tidak ada tindakan nyata, tidak ada keberanian mengambil sikap, dan tidak ada kepedulian terhadap nasib rakyat. Yang ada hanyalah pemerintah yang sibuk menyelamatkan muka sendiri sementara rakyat Aceh dipaksa menanggung ketidakpastian atas hak kesehatannya,”cetus Syarif.
Pihaknya menilai, kata Syarif, pemerintah Aceh sedang berjudi dengan nyawa rakyatnya sendiri. Pergub ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi ancaman nyata terhadap hak kesehatan masyarakat Aceh.
“Jika pemerintah terus memaksakan kebijakan bermasalah ini, maka pemerintah sendiri yang sedang mengkhianati rakyat Aceh,”sebut Syarif.