FRASALOCAL || ACEH BARAT – Guna mendukung terciptanya kebersihan dan kelestarian lingkungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat menyerahkan kontainer bak sampah kepada DLH daerah setempat, (24/3/2026).
Tidak hanya itu, langkah tersebut juga sebagai upaya dukungan demi tercapainya raihan Adipura. Serta memperkuat komitmen dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadli Octora, ST, mengatakan penyediaan kontainer sampah tersebut merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan, khususnya terkait penanganan sampah di kawasan perkotaan.
“ Penyerahan kontainer ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung kinerja DLH Aceh Barat. Dengan adanya fasilitas tambahan ini, diharapkan pengelolaan sampah bisa lebih optimal, terutama di titik-titik yang selama ini rawan terjadi penumpukan sampah,” kata Fadli.
Dijelaskannya, persoalan sampah merupakan isu yang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, Dinas PUPR tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga turut mendukung aspek kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Apalagi, keberadaan kontainer sampah sangat penting dalam mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu. Selain memudahkan proses pengumpulan dan pengangkutan, kontainer juga membantu menjaga estetika kota agar tetap bersih dan tertata.
“Harapan kita, dengan fasilitas ini, masyarakat juga semakin sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Dinas PUPR. Penambahan kontainer dinilai sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kebersihan, terutama di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi.
“ Dengan adanya kontainer baru ini, DLH optimistis dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk di sejumlah titik, sekaligus mempercepat proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Hal ini juga diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.