Bupati Tarmizi Turun Malam Lakukan Pembelahan Suak Cegah Banjir Meluas

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 02:10 redaksi

FRASALOCAL || ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP.MM., didampingi Plt Sekretaris Daerah, Wistha Nowar, dan Kepala Pelaksana BPBD, Ronal Nehdiansyah, meninjau langsung kondisi banjir serta insiden ambruknya plafon ruang rawat inap di RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh, Jumat malam (17/10/2025).

Hujan deras yang mengguyur Kota Meulaboh sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari menyebabkan genangan di sejumlah kawasan. Intensitas hujan yang tinggi juga memicu runtuhnya plafon di salah satu ruang perawatan RSUD Cut Nyak Dien.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, ambruknya plafon itu mendapat sorotan publik terhadap kualitas bangunan, mengingat ruangan tersebut baru direnovasi beberapa tahun lalu dengan anggaran yang cukup besar.

Mendapat laporan dari warga, Bupati Tarmizi segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi pasien dan penanganan darurat berjalan dengan baik.

“Saya telah menginstruksikan Direktur RSUD Cut Nyak Dien untuk segera memperbaiki plafon dan memastikan pelayanan tetap berjalan. Evaluasi terhadap pembangunan sebelumnya juga akan kita lakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Usai dari rumah sakit, Bupati Tarmizi bersama tim melanjutkan peninjauan ke sejumlah titik banjir, antara lain Jalan Nasional Teuku Umar, Suak Indra Puri, Kuta Padang, Panggong, Gampa, Ujong Kalak, dan beberapa kawasan lainnya.

Di Ujong Kalak, Bupati turun langsung ke lapangan untuk meninjau proses pembelahan suak guna mempercepat aliran air menuju laut agar tidak meluas ke permukiman warga.

“Kita tidak boleh hanya menunggu. Malam ini saya turun langsung bersama tim untuk melakukan pembelahan suak agar air cepat surut. Ini langkah darurat untuk menyelamatkan rumah warga,” ujar Bupati Tarmizi.

Ia juga menegaskan pentingnya penanganan jangka panjang terhadap persoalan banjir di wilayah perkotaan.

“Drainase kota akan kita benahi secara menyeluruh, bukan secara tambal sulam. Warga tidak boleh terus menjadi korban setiap kali terjadi hujan besar,” pungkasnya.

LAINNYA