BMKG Temukan Akibat Gempa Bumi Di Aceh Selatan

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jan 2025 21:59 redaksi

FRASALOCAL||JAKARTA – Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebutkan gempa bumi magnitudo 6,2 yang kini dimutakhirkan menjadi M5,7 dipicu akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang bersubduksi ke bawah Pulau Sumatera, Jum’at 31 Januari 2025.

Kata Daryono, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan BMKG, ditemukan mekanisme pergerakan batuan lempeng itu adalah oblique normal atau pergerakan secara mendatar dan turun.

“Dari pemodelan ini menunjukkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” ujar Daryono, dikutip dari Kompastv.

Berita sebelumnya, gempa M6,2 terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada pukul 18.03 WIB.

Kemudian BMKG memutakhirkan skala intensitas gempa menjadi magnitudo 5,7.”#Gempa Mag:5.7, 31-Jan-2025 18:03:43WIB, Lok:3.14LU, 96.95BT (37 km BaratDaya KAB-ACEHSELATAN), Kedlmn:58 Km #BMKG,” tulis BMKG melalui akun X @infobmkg.

Dimana pusat gempa bumi tektonik terletak di laut pada kedalaman 59 kilometer dengan koordinat 3,15° Lintang Utara (LU); 96,95° Bujur Timur (BT), atau berjarak 28 kilometer barat daya Kota Tapaktuan, Aceh Selatan.

Gempa terasa di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Simelue, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Timur, Kota Banda Aceh dengan skala intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang diragukan kebenarannya sampai hasil analisis peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG,”tutup Daryono.(Sumber:KompasTV).

 

LAINNYA