FRASALOCAL||ACEH BARAT- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, akan melakukan perbaikan jembatan gantung tepatnya di Desa Cot punti Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat, 23 Agustus 2025.
Adapun jembatan gantung Desa Cot punti Kecamatan Woyla Induk tersebut sebelumnya putus akibat hantaman banjir pada Agustus 2023, sehingga PUPR Aceh Barat berinisiatif untuk melakukan perbaikan agar masyarakat setempat dapat menggunakan jalan tersebut.
Sebagaimana diketahui, jembatan gantung di Desa Cot Punti Kecamatan Woyla Timur putus pada 11 Agustus 2023 lalu setelah tali penyangganya terputus. Putusnya jembatan ini telah menyebabkan gangguan aktivitas ekonomi dan pendidikan bagi warga setempat.
Setelah itu, jembatana tersebut merupakan akses utama masyarakat dari desa Cot Punti menuju desa Panton dan saat itu sempat diperbaiki. Namun, pada November 2024, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 milliar untuk fungsional kembali jembatan tersebut bersamaan dengan jembatan Cot Manggie yang dilakukan pembahasan dengan pihak DPRK Aceh Barat.
“Insyaallah ya, di tahun ini kita mulai melakukan perbaikan pada jembatan Cot Punti, karena sudah mendaptkan persetujuan dari DPRK Aceh Barat,”ungkap kepala PUPR Aceh Barat Dr, Kurdi.
Kata Kurdi, , saat ini proyek tersebut sedang dilakukan proses tender, kemudian perbaikan jembatan gantung penghubung desa Cot Punti menuju Desa Panton Kecamatan Woyla induk sebagai bentuk respon bapak Bupati Aceh Barat Tarmizi terhadap keluhan masyarakat di wilayah setempat,
“Karena sejak jembatan tersebut putus diterjang banjir, sangat menganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat terutama petani dan anak sekolah,” ujar Dr Kurdi.
Kurdi menyebutkan setelah proses tender selesai dilakukan, jembatan gantung Cot Punti ini segera diperbaiki dalam waktu dekat ini.
“Mengingat jembatan gantung ini merupakan jalur lintas alternatif masyarakat dari Desa Cot Punti kecamatan Woyla Timur menuju Desa Panton Kecamatan Woyla induk,” sebut Dr Kurdi .
Menurut Dr Kurdi, selama jembatan ini putus akibat diterjang banjir tahun 2023 lalu, sangat menganggu aktivitas masyarakat terutama petani dan anak sekolah yang harus menempuh jarak jauh sampai 16 kilometer saat menuju pusat kecamatan.
“Semoga, dengan diperbaiki kembali jembatan gantung desa Cot Punti yang putus ini, diharapkan dapat memperlancar perekonomian masyarakat setempat,”tutup Kurdi.