FRASALOCAL ||ACEH BARAT– Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) Desa Cangai, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat masih masih belajar di Pos Bersalin Desa (Polindes) dikarenakan robohnya jembatan gantung menuju sekolah, belum diperbaiki, Selasa 7 April 2026.
Jembatan penghubung Desa Canggai – Jambak, roboh akibat bencana banjir November 2025 lalu. Dimana, itu menjadi akses satu-satunya sehingga berdampak terhadap masyarakat bahkan bagi anak sekolah, yang tinggal di seberang sungai.
Kondisi demikian, membuat puluhan anak SD di Gampong Canggai terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar di bangunan Polindes dengan fasilitas terbatas akibat terputusnya jembatan.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Anak-anak kini belajar di ruang seadanya di Polindes karena jembatan yang menjadi akses ke sekolah sudah tidak ada lagi,” ungkap salah satu warga Gampong Canggai.
Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, Selasa (7/4/2026), mengakui bahwa Pemerintah Aceh Barat telah mengambil langkah koordinasi dan sekaligus mengajukan permohonan kepada Kementerian PU untuk Tahun 2026.
Selain itu, Tim P2JN Aceh pun telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan survei lapangan pada 15 Maret 2026. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal pasti dimulainya pengerjaan fisik pembangunan ulang jembatan gantung tersebut.
Disebutkannya, perbaikan kembali jembatan gantung Desa Canggai ini juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Dana Rehab Rekon (R3P) BNPB bersama 8 jembatan lainnya di Kabupaten Aceh Barat yang rusak pasca bencana banjir besar tahun 2025 lalu.
Kemudian, lanjutnya, pihaknya masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. Walaupun usulan sudah disampaikan secara lisan dan tertulis (resmi), hingga saat ini belum ada respons balik dari Kementerian PU terkait jadwal realisasi pembangunan kembali Jembatan yang mengalami kerusakan parah pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.
“Kita sudah memohon ke Kementerian PU untuk dibangun pada tahun 2026 ini, tetapi sampai saat ini belum ada respons dari pemerintah pusat,” perjelas Fadly, sambil meminta masyarakat untuk bersabar.