Gerak Cepat Tim PUPR Tangani Aksek Jalan Jambak-Sikundo Yang Putus Akibat Banjir

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 16:55 redaksi

FRASALOCAL||ACEH BARAT-Akses jalan penghubung Jambak-Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kembali putus di terjang banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Aceh Barat yang terjadi Rabu hingga Kamis dinihari pasa 18 Februari 2026.

Jalan tersebut putus di titik ketiga usai diperbaiki pasca banjir besar yang terjadi akhir November 2025 lalu. Mendapat informasi tersebut, tim PUPR Aceh Barat bergerak cepat langsung meninjau lokasi jalan penghubung desa Jambak-Sikundo yang terputus tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa ruas jalan Jambak-Sikundo yang terputus tersebut terjadi di titik ketiga yang baru saja dibuat body jalan baru pasca bencana banjir besar tahun lalu untuk bisa tembus ke desa Sikundo.

“Putusnya jalan tersebut, kata Beni, karena debit  air sungai terlalu deras dan belum adanya tebing sungai atau tanggul pengaman untuk menahan body jalan yang baru dibangun tersebut,”ujar Beni.

Akibat putusnya ruas jalan tersebut membuat akses mobilitas terputus dan warga kembali terkurung.

“Sebagai langkah antisipasi, dinas PUPR Aceh Barat memperbaiki jalan alternatif yang sudah ada yang tidak jauh dari titik banjir sebagai upaya agar bisa dilalui oleh masyarakat setempat,” kata Beni, Kamis (19/2-2026)

Kata Beni pihaknya mengerahkan alat berat untuk melakukan penanganan jalan alternatif, agar warga Sikundo tidak terkurung dan insyaallah besok jalan ini selesai dikerjakan dan jalan alternatif ini cuma bisa dilintasi oleh kenderaan roda dua dan pejalan kaki saja.

“Pasca banjir pada November tahun lalu kita hanya biat body jalan baru aja, karena ketersedian anggaran daerah, namun body ini belum kuat untuk menahan arus sungai,” ujar Beni.

Maka dengan itu, kata Beni,agar tidak yerputus lagi jalan tersebut dibutuhkan tebing sungai untuk menahan air banjir dan tidak mengikis lagi badan jalan oleh air.

“Untuk bangun tanggul itu besar anggarannya, bahkan butuh dukungan dari pusat,”tutup Berni.

LAINNYA