Warga Pante Ceureumen Tolak Penutupan Tambang, Desak Legalisasi Tambang Rakyat

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Okt 2025 20:34 redaksi

FRASALOCAL || ACEH BARAT – Ratusan warga dari sejumlah gampong di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, menggelar aksi di bantaran Sungai Gampong Ketambang, mereka menolak rencana penutupan aktivitas tambang emas tradisional yang selama ini dijalankan dengan bantuan alat berat, pada Kamis (02/10/2025).

Aksi yang banyak diikuti oleh kaum perempuan itu berlangsung lantang namun tetap tertib. Para peserta menyatakan bahwa keberadaan alat berat bukan hanya untuk kepentingan pemodal, melainkan juga menopang kehidupan masyarakat.

“Ekskavator membantu meringankan tenaga kami saat mendulang. Kalau dilarang, sama saja menghentikan kerja kami,” ujar Cut Rosmania, warga Gampong Ketambang.

Menurut warga, hampir seluruh keluarga di kawasan tersebut menggantungkan hidup pada hasil mendulang emas secara manual yang dibantu alat berat. Satu unit ekskavator disebut dapat melibatkan hingga 50 orang pekerja.

“Anak kami sekolah, bahkan ada yang mondok di pesantren, semua dari hasil kerja mendulang,” keluh Norma, warga Gampong Sikundo.

Yusuf, mantan kombatan, menambahkan bahwa masyarakat sudah mematuhi arahan Mualem dengan menghentikan seluruh aktivitas alat berat. Namun, warga kini menuntut kejelasan.

“Kami sudah patuh. Beco semua berhenti. Tapi kami butuh solusi, percepat izin tambang rakyat supaya kami bisa kelola sendiri,” pintanya.

Bagi masyarakat Pante Ceureumen, Mualem bukan sekadar gubernur, tetapi juga sosok panutan para mantan kombatan. Karena itu, mereka berharap kebijakan yang diambil berpihak pada rakyat kecil, bukan membuka jalan bagi perusahaan luar.

LAINNYA