FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Kejelasan nasip ratusan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Abdya menjadi sorotan tajam.Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) Abdya meminta pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk proaktif memperjuangkan nasib R4 yang di ujung tanduk.
Permintaan ini disampaikan Zulkarnain ditengah keresahan para honorer yang masa depan pekerjaannya berada dalam ketidakpastian.Tanpa adanya kebijakan lanjutan. Ratusan honorer Non-ASN ini terancam kehilangan pekerjaan mereka.
Diakuinya, ini bukan untuk mencari simpati atau popularitas politik, namun ini murni untuk membantu nasib tenaga honorer R4 yang belum ada kepastian,”kata Zulkarnain sapaan Om Zul,Kamis (7/8/2025).
Dia berujar, sebagai bentuk keseriusan, dirinya memberikan biaya perjalanan dinas atau SPPD miliknya kepada BKPSDM Abdya atau pihak terkait lainnya yang membidangi urusan tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk agar pihak BKPSDM dapat lebih leluasa melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait regulasi dan status honorer kategori R4.
“Saya minta pihak BKPSDM bisa berkoordinasi langsung dengan pihak BKN, baik di provinsi maupun ke pusat. Tentunya ini dilakukan dengan regulasi yang tidak bertentangan dengan hukum,” tutur anggota dewan Abdya.
Dirinya juga berharap pihak BKPSDM agar tidak menunda-nunda langkah koordinasi tersebut dan mengedepankan kepentingan publik, khususnya para honorer yang telah lama menanti kejelasan.
“Ini bentuk dorongan moral sekaligus administratif dari saya sebagai warga yang peduli dan memiliki kewenangan politik. Saya harap pemerintah daerah bisa lebih responsif dan tidak lepas tangan,” pintanya.
Kategori R4 sendiri merupakan klasifikasi tenaga honorer yang telah lama mengabdi di instansi pemerintahan, namun tidak termasuk dalam database prioritas pengangkatan ASN atau PPPK.