
FRASALOCAL– KAMBOJA- Kementerian Pertahanan Nasional (Kemenhan) Kamboja bantah pembritaan media yang tidak berdasar dari Thailand terkait penyebaran informasi yang salah tentang aktivitas pesawat tak berawak di sepanjang perbatasan, Minggu (3/8/2025).
Juru bicara Kemenhan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada tanggal 2 Agustus, mengatakan terkaita pemberitaan media Thailand baru-baru ini yang diduga menggunakan foto dan video palsu untuk menggambarkan sebuah pesawat tanpa awak yang diklaim milik Kamboja telah terbang ke wilayah Thailand.
“Kamboja menolak laporan tidak berdasar dan palsu dari beberapa media Thailand, baru-baru ini, Thailand telah menerbitkan berita yang menggunakan foto dan video palsu, disertai komentar menyesatkan dan interpretasi yang menyimpang, yang secara keliru menggambarkan drone tersebut sebagai milik Kamboja dan mengklaimnya terbang memasuki wilayah Thailand,”ujar Letnan Jenderal Maly Socheata.
Letnan Jenderal Maly Socheata menekankan bahwa pelaporan tersebut kontraproduktif terhadap upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan dan merusak kemajuan terbaru yang dicapai dalam memulihkan ketenangan di sepanjang perbatasan.

“Semua tindakan ini tidak hanya gagal membantu menjaga situasi yang membaik tetapi juga menyebabkan ketegangan yang tidak perlu,” tambah Letnan Jenderal Maly Socheata.
Kementerian Pertahanan Nasional melalui juru bicara Letnan Jenderal Maly Socheata, mengimbau Thailand untuk segera menghentikan tindakan ini, dan memperingatkan bahwa provokasi lebih lanjut dapat menimbulkan konsekuensi.
“Kamboja berulang kali mendesak pihak Thailand untuk segera menghentikan tindakan-tindakan ini. Pada saat yang sama, Kamboja juga meminta pihak Thailand untuk menahan diri dari meluncurkan drone ke wilayah udara Kamboja dan menegaskan bahwa kami akan mengambil tindakan yang tepat sebagai tanggapan atas pelanggaran tersebut.” ujar Letnan Jenderal Maly Socheata.
Sumber: www.khmertimeskh.com