
FRASALOCAL||PIDIE JAYA – Selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025, Polres Pidie Jaya melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah sukses menggelar Operasi Patuh Seulawah 2025. Operasi ini mengusung pendekatan penindakan dan teguran secara humanis, dengan tujuan utama untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Selasa 29 Juli 2025
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Mahruzar Hariadi, S.H., menjelaskan bahwa Operasi Patuh bukan sekadar penegakan hukum. “Kami ingin masyarakat merasa dilindungi, bukan ditakuti. Oleh karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam setiap tindakan kami,” ujar AKP Mahruzar Hariadi pada Selasa (29/7/2025).
Dalam pelaksanaan operasi, Satlantas Polres Pidie Jaya menurunkan 15 personel dan menerapkan dua metode utama: razia di titik rawan pelanggaran dan sistem hunting untuk patroli dinamis. Selama operasi, tercatat 52 pelanggar diberikan sanksi tilang, sementara 149 pengendara lainnya mendapatkan teguran simpatik atas pelanggaran ringan.
Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemui meliputi tidak mengenakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan melawan arus lalu lintas.

AKP Mahruzar menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama. Teguran diberikan secara persuasif, sementara tilang tetap diberlakukan untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Pendekatan kami bukan hanya menindak, tapi juga menyentuh hati masyarakat agar mau berubah. Karena budaya tertib lalu lintas tidak cukup dibentuk lewat sanksi, tapi melalui kesadaran yang tumbuh dari dalam,” ungkapnya.
Sebagai upaya pencegahan, Polres Pidie Jaya juga memasang sejumlah baliho imbauan di titik-titik keramaian seperti pasar, pusat kota, dan jalur padat kendaraan, guna memperkuat kesadaran pengendara.
Operasi Patuh Seulawah 2025 adalah bagian dari strategi preventif Polres Pidie Jaya dalam meningkatkan kualitas keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah hukum Pidie Jaya.