FRASALOCAL||ACEH BARAT-Akademisi Universitas Teuku Umar, Aduwina Pakeh menyebutkkan perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum terkait kawasan tanpa asap rokok, serta pentingnya fasilitas pendukung seperti tempat merokok yang terpisah dari area publik.
Aduwina menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut mengenai efek jangka panjang dari kebijakan tersebut terhadap kesehatan masyarakat dan dampaknya pada pengurangan prevalensi perokok di Aceh Barat.
“Kebijakan kawasan tanpa rokok di Aceh Barat diharapkan dapat menginspirasi kabupaten dan kota lain di Aceh serta Indonesia secara keseluruhan untuk lebih serius dalam melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya merokok,’ujar Aduwina.
Dengan adanya dukungan dari akademisi UTU, pemerintah setempat, dan masyarakat, kebijakan ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang.
“Ke depan, Universitas Teuku Umar berencana untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga lainnya dalam mengembangkan program-program kesehatan masyarakat yang berbasis pada penelitian dan fakta ilmiah,”sebut Aduwina.
Melalui sinergi ini, diharapkan Kabupaten Aceh Barat dapat menjadi daerah yang tidak hanya bebas asap rokok, tetapi juga semakin maju dalam hal kesehatan dan kesejahteraan warganya.
“Sebagai perguruan tinggi, UTU memiliki komitmen untuk selalu mendukung kebijakan-kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat. Kami percaya bahwa penerapan kebijakan kawasan tanpa asap rokok ini adalah langkah yang sangat tepat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” tutup Aduwina Pakeh.(RED)