
FRASALOCAL||SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie akhirnya resmikan Tugu Aneuk Mulieng (biji Melinjo) dengan anggaran sebesar 4,8 miliar dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) hingga dibantu dari bank Aceh Rp 1,9 miliar demi keindahan icon kabupaten Pidie dengan total 6,7 miliar.Kamis, (2/1/2025).
Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Pejabat (Pj) Bupati Pidie Drs. Samsul Azhar dan Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Pidie Ny.Saptati Rengganis, bersma unsur forkopimda, yang bertempat di Simpang Empat, Kota Sigli, Kabupaten Pidie,
Sementara dana pembangunan tegu tersebut yang dikuras dengan sebesar 4,8 miliar dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tegu tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2022.
Pemerintah kabupaten Pidie tidak tanggung tanggung menguras anggaran daerah demi keindahan icon kabupaten Pidie proyek pembangunan Tugu Anek Mulieng atau icon megah sempat terhentikan hingga dilakukan dalam dua tahap melalui dua tahun anggaran yang berbeda-beda.

Tugu Aneuk Mulieng ini di bangun atas dasar kecintaan kampung halaman serta melihat kegiatan sosial ekonomi masyarakat, khususnya Kabuptan Pidie, Kota yang berpenghasil emping (Buah Melinjo).
Tugu Aneuk Muling yang terletak di Bundaran Simpang Empat Sigli Bertujuan untuk mempromosikan Kabupaten Pidie sebagai lumbung daerah penghasil emping ke pada masyarakat luar atau wisatawan.
Dalam peresmian itu dilakukan oleh Pj Bupati Pidie, Samsul mengatakan, bahwa dari berbagai pendapat dan dorongan berbagai pihak tersebut, proses pembangunan ikon Pidie dapat merealisasikan dengan cepat dan tepat waktu bahkan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Aceh yang telah memberi dukungan dalam pembangunan Tugu Aneuk Mulieng, dan juga kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam pencanagan pembangunan Icon Kabupaten Pidie ini.
“Harapan kita dengan Tugu Aneuk Mulieng ini dapat menjadi pengingat bahwa kabupaten pide ini sebagai pusat lumbung melinjo yang sudah mendunia,” kata Pj Bupati Pidie.
Kemudian Pj Bupati Pidie juga menyebutkan, bahwa dengan Filosofi yang unik dan menarik dalam pembangunannya, sehingga sejarah ini akan selalu melekat dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mejaga serta membudidayakan kelestarian pohon melijo di Kabupaten Kita ini.
“Kami mengucapkan terima kasih, kepada semua pihak yang telah mendukung proses pembangunan tugu memiliki ciri khas Pidie, bahkan Tugu Anek mulieng tersebut menjadi bukti, sebagai penghasil melinjo terbaik di dunia,” ujarnya.
Kemudian Samsul Azhar menambahkan, Keberadaan tugu itu membuktikan bahwa kabupaten Pidie merupakan penghasil melinjo terbaik di Indonesia bahkan dunia sekalipun.
“Kita akan mendorong semua pihak, untuk mencanangkan program pengembangan bibit melinjo dan seluruh turunan produk dari melinjo ini, dihasilkan dari melinjo asli Pidie,” tuturnya.
Acara ini dilanjutnkan dengn penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Pj Bupati Pidie yang di saksikan para Unsur Forkopimda Kabupaten Pidie.
Turut Hadir PJ Ketua TP-PKK Kabupaten Pidie Ny. Saptati Rengganis, Sp, Ketu DPRK Kabupaten Pidie Anwar Sastra Putra, SH. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Suhendra, SH, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K. Wakil Ketua Mahkamah Syari’ah Sigli Hasanuddin, S.H.I, M.Ag, Perwakilan Bank Aceh, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie Tgk. H. Muhammad Ismi, Para Kepala SKPk Dilingkungan Kabupaten Pidie, Para Camat dalam Kabupaten Pidie,