Karena Tidak Memenuhi Undangan Tuha Peut Warga Suak Ni Segel Kantor Keuchik

waktu baca 2 menit
Minggu, 24 Agu 2025 00:32 redaksi

FRASALOCAL||ACEH BARAT– Warga Gampong Suakni, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, segel Kantor Keuchik pada malam hari.  Hal ini dilakukan oleh masyarakat dikarenakan tidak memenuhi undangan rapat yang di undang secara resmi oleh Tuan Peut Gampong atas persoalan anggaran pembangunan yang ada di Desa setempat, Sabtu (23/8/2025).

Ketua Tuha Peut Joni Irawan, mengatakan sebelumnya pada bulan Mei 2025 sudah di pertanyakan oleh pihaknya kepada Keuchik Gampong, terkait pembangunan  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pembangunan BUMG yakni bangunan sarang waled yang telah di bangun sejak 2022.

“Keuchik menaruh janji kepada masyarakat kedua bangunan tersebut bulan tuuh akan siap, namun sampai saat ini masih 40% siap,”ujar Joni Irawan.

Kata Joni Irawan, kenapa sempat di segel oleh warga di karenakan Keuchik Suakni sendri tidak memenuhi undangan warga, padahal masyarakat sangat ingin mengetahui kenapa dia bangunan tersebut belum juga di selesaikan.

“Sudah kita undang secara resmi Keuchik untuk hadir pada undangan tersebut, namun tidak juga hadir, padahal kami perlu kejelasan, maka dengan itu masyarakat berinisiatif untuk menyegel kantor Keuchik,”ungkap Joni Irawan.

Bahkan, kata Joni Irawan ada sebahgian aparatur Gampong juga tidak menghadiri rapat tersebut, padahal seluruh aparatur desa itu di gaji untuk melayani rakyat.

“Mereka sudah di gaji untuk melayani rakyat kenapa mereka tidak datang pada rapat yang kita undang, sedangkan surat undangan secara resmi diberikan,”ucap Joni Irawan.

Joni Irawan menyebutkan, pada pembangunan PAUD itu secara bertahap dengan anggaran keseluruhan kurang lebih Rp 225 juta, sedangkan dengan pembangunan Waled dana dari BUMG kurang lebih 230 juta.

“Uang tersebut sudah ditarik semua, dan di serahkan sama Keuchik karena kechik yang kelola katanya, namun kami tidak mempermasalahkan siapa yang kelola akan tetapi bangunan tersebut harus jelas pertanggung jawabannya serta bangunan harus siap jangan mangkrak seperti ini,”tutur Joni Irawan.

Sementara itu, Ketua Pemuda Gampong Suak Ni Sunardi mengatakan yang sangat ironis uang BUMG sudah habis di tarik dari Bank, namun pembangunan belum selesai sampai saat ini.

“Uang sudah habis ditarik, sedangkan pekerjaan belum selesai, yang kelola uangnya lansung Keuchik sendiri, sementara ketua BUMG tidak tahu apa-apa ironis nya lagi pembentukan BUMG masyarakat sendiri sebahgian tidak tahu,”ungkap Sunardi.

Kata Sunardi, langkah yang akan di lakukan oleh warga nanti akan dilaporkan ke Inspektorat maupun camat untuk bisa di tindak lanjuti.

“Untuk saat ini tindakan yang kita ambil yakni dengan menyegel kantor desa, kami mau lihat bagaimana inisiatif dari Keuchik sendiri,”ucap Sunardi.

Hingga saat berita di tayangkan jurnalis belum mendapat tanggapan dari Keuchik Gampong Suakni.

LAINNYA