FRASALOCAL||ACEH BARAT- Tim WRU BPBD Aceh Barat, temukan tapak kaki bayi gajah di wilayah Gampong Canggai, kecamatan Pante Cermen, Aceh Barat. Tapak tersebut ditemukan pada saat tim menghalau gajah meunjauh dari pemukiman pada 20 Mei 2026.
“Untuk saat ini, gajah yang berinteraksi di wilayah Gampong canggai sudah berhasil di halau dan sudah menjauh dari wilayah pemukiman dan perkebunan warga canggai,”ujar Plt. Kalak BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah.
Kata Teuku Ronald Nehdiansyah, Tim WRU BPBD mencatat, intensitas gajah yang berinteraks di wilayah ini cenderung meningkat, tercatat selama 2 bulan terakhir, tim WRU-BPBD telah menangani kasus interaksi di wilayah ini sebanyak 5 kali.
“Kondisi ini kemungkinan dipicu oleh keberadaan bayi gajah yang teridentifikasi berada di wilayah interaksi, kebiasaan gajah yang memiliki bayi akan kesulitan melakukan migrasi,”sebut Teuku Ronald Nehdiansyah.
“Untuk saat ini, teridentifikasi kerugian masyarakat sekitar lebih banyak pada tanaman perkebunan, taksiran saat ini ada ± 50 batang sawit milik warga canggai dan lawet,”ungkap Teuku Ronald Nehdiansyah.
Teuku Ronald Nehdiansyah menyebutkan penanganan Interaksi Gajah dengan manusia di wilayah Gampong canggai, kecamatan Pante ceureumen mulai tanggal 24 sampai dengan 26 mei 2026 jumlah personil 5 orang.