FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Dakwah tak cukup lagi bergema dari mimbar masjid. Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli meminta para da’i dan da’iyah beradaptasi dan hadir di media sosial, tempat generasi muda banyak menghabiskan waktu.
Imbauan itu ia sampaikan saat menutup Pelatihan Kaderisasi Da’i/Da’iyah di Aula Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie, Kamis (24/09/2026). Pelatihan ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Dayah Abdya.
Sebanyak 300 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam tiga angkatan. Angkatan pertama pada 2-5 September untuk santri. Angkatan kedua pada 7-10 September untuk siswa SMA sederajat. Angkatan ketiga pada 21-24 September untuk pemuda, organisasi, dan masyarakat umum.
Sedangkan fasilitator pelatihan berasal dari Suficademic Supertraining yaitu Said Muniruddin, Mahyaruddin, dan Safwan.
Akli menilai tantangan dakwah kini jauh lebih kompleks. Globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan masuknya budaya luar menuntut pendakwah berpikir kreatif.
“Mimbar dakwah tidak lagi hanya terbatas di masjid atau menasah, tetapi harus merambah ruang digital dan media sosial,” kata Zaman.
Ia meminta peserta tidak menjadi da’i yang kaku dan hanya berbicara satu arah. Pendekatan dialogis, menurut dia, lebih efektif untuk merangkul generasi milenial dan generasi Z. Akli juga mengingatkan esensi dakwah Rasulullah SAW: memudahkan, membawa kabar gembira, dan mempersatukan umat.
Ia berharap para kader menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial. Mereka juga diminta menjadi pelopor kedamaian di gampong dan benteng masyarakat dari penyimpangan akidah serta dekadensi moral.
Pemerintah Abdya, kata Zaman, siap mendukung dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para da’i dan da’iyah. Ia menutup arahannya dengan pesan bagi peserta yang baru menuntaskan pelatihan.
“Hari ini adalah garis start awal bagi saudara-saudari untuk mengabdikan diri secara nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya Tgk Junaidi berharap pelatihan ini meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas para da’i. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga para da’i dan da’iyah mampu menjadi teladan, menyampaikan dakwah dengan santun, bijaksana, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” kata Junaidi.