Imigrasi Rapat Bersama Tim PORA Bahas Kondusifitas Pasca Pelemparan Batu Kekapal Keruk 

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Okt 2025 13:31 redaksi

FRASALOCAL||ACEH BARAT–Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh lakukan rapat bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) bahas terkait keberadaan orang asing di Aceh Barat, Kamis 9 Oktober 2025.

“Kami melaksanakan kegiatan Rapat Tim PORA karena berkenaan adaanya warga asing yang menjadi korban perlemparan batu ke kapal keruk pada waktu lalu, dalam rapat ini kita membahas bagaimana keadaan saat ini menjadi kondusif,”ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh Jamaluddin, S.H.MM.

Jamaluddin, S.H.MM mengatakan rapat ini bertujuan untuk menciptakan keadaan kondusif di kalangan masyarakat pasca kejadian pelemparan batu yang menjadi korban WNA berasal dari Negara Vietnam.

“Kita untuk mengantisipasi agar masalah pelemparan batu yang mengakibatkan satu WNA mengalami luka tidak mencuat kemana-mana, dengan ada Tim PORA kita bisa cari solusi dan menurut kami langkah yang sangat bagus kita lakukan,”ungkap Jamaluddin, S.H.MM.

Kata Jamaluddin, S.H.MM dalam rapat tersebut TIM PORA pihaknya juga mengundang Kesbangpol, Kepolisian, TNI, BIN, BAIS, Dinas Ketenagakerjaan, DPMTSP, Disdukcapil, Satpol PP, Kemenag, KSOP Meusaboh, Camat Sungai Mas, Kejari Aceh Barat, Badan Karantina Satpel Meulaboh dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Meulaboh.

“Kita juga mengundang Kesbangpol Camat Sungai Mas, dan badan intelijen lainnya, ini bertujuan agar mereka bisa menceritakan kejadian sebenarnya sehingga terjadi pelemparan batu yang mengakibatkan salah satu WNA menjadi korban,”imbuh Jamaluddin, S.H.MM.

Jamaluddin, S.H.MM, mengungkapkan bukan ranah Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh terkait pelemparan tersebut, namun pihaknya hanya pertegas bahwa izin tinggal para WNA tersebut jelas dengan memakai Visa C18 (orang asing dalam uji coba bekerja).

“Dalam aturan dibolehkan mereka melakukan uji coba bekerja, saat ini korban Vu Dhin Chu, berusia 46 tahun berasal dari Vietnam masih di Lokasi PT. MGK, kemeren sempat dibawa kerumah sakit karena mengalami luka yang perlu diobati segera setelah kembali ke lokasi,”imbuh Jamaluddin, S.H.MM.

Untuk keberadaan WNA kata Jamaluddin, S.H.MM, di lokasi PT. MGK sampai saat ini selalu melakukan laporan tiap bulannya.

“Malah mereka laporannya akurat dan dilakukan setiap bulan sekali, kita akan selalu dukung investasi yang kondusif,”sebut Jamaluddin, S.H.MM.

LAINNYA