
FRASALOCAL|| BANDA ACEH – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Semangat Jaga Perdamaian dan Persatuan Aceh” digelar oleh mahasiswa Universitas Abulyatama (Unaya) pada Rabu, 31 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif yang menyasar generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga perdamaian secara berkelanjutan.
M. Rizal, Ketua panitia pelaksana, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya masa depan Aceh yang damai dan bersatu. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam proses rekonsiliasi sosial.
Arri Nazari, Presiden Mahasiswa Unaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu agar konflik serupa tidak terulang.
“Hampir seluruh belahan dunia pernah mengalami peperangan. Namun, sejarah juga membuktikan bahwa kemajuan lebih banyak lahir ketika pedang disarungkan,” ujar Arri Nazari kepada wartawan Frasalocal.com, Jumat (1/8/2025).

Tiga pemateri dihadirkan dalam forum ini, yakni Isratullah, S.I.P., Dr. Tgk. Reza Kurniawan, M.A., MKM., dan Muhklisin, S.T. Mereka mengupas berbagai aspek, mulai dari kondisi Aceh semasa konflik hingga peran strategis kebijakan otonomi khusus dalam menjaga ketertiban sosial.
Diskusi berlangsung aktif dengan peserta yang menyoroti berbagai isu aktual, seperti peran generasi muda di tengah perkembangan digital, kontribusi perdamaian terhadap pertumbuhan ekonomi, serta evaluasi terhadap implementasi Otonomi Khusus di tingkat masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unaya mendorong lahirnya ruang-ruang dialog yang mendukung stabilitas sosial, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh pascakonflik.
Tomi Rj