HIMADISTRA FISIP UTU Hadir Lewat Festival Nipah, Bawa Kreativitas dan Semangat Baru Mahasiswa

waktu baca 2 menit
Minggu, 27 Sep 2026 21:13 mustafarudin

FRASALOCAL.COM||ACEH BARAT-  Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMADISTRA) FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) turut memeriahkan Festival Nipah dengan membuka stand yang menghadirkan berbagai produk kreatif hasil karya mahasiswa,”Minggu (27/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, HIMADISTRA memperkenalkan sekaligus menjual beberapa produk unggulan, di antaranya puding daun kelor, mochi kueh karah, serta boneka dari benang wol. Produk-produk tersebut menjadi bentuk kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan daya tarik bagi masyarakat.

 

Kehadiran stand HIMADISTRA juga mendapat perhatian dari Bapak Bupati Aceh Barat yang berkesempatan mengunjungi stand HIMADISTRA. Kunjungan tersebut menjadi momen tersendiri bagi pengurus dan mahasiswa HIMADISTRA untuk memperkenalkan produk serta kegiatan yang dilakukan dalam Festival Nipah.

 

Ketua Umum HIMADISTRA FISIP UTU, Mhd Syahrul Qiram, menyampaikan bahwa keikutsertaan HIMADISTRA dalam Festival Nipah merupakan salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam kegiatan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

 

Kata dia, melalui kegiatan ini, HIMADISTRA berharap mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif, inovatif, dan memiliki manfaat serta nilai ekonomi bagi masyarakat,”ungkapnya, Minggu (27/92026).

 

Festival Nipah itu tidak sekadar hendak menghadirkan panggung, tetapi juga melestarikan budaya dan menggali potensi melalui jalan kebudayaan.

 

Sebab, kata dia, mahasiswa bukan hanya sekedar turun kejalan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat saja atau sering disebut AI Agent of change.Namun melalui festival Nipah itu  menjadi salah satu ruang bagi HIMADISTRA untuk menunjukkan bakat, ide, karya, dan semangat yang memberikan warna positif di tengah-tengah  masyarakat.

 

“Berkarya dari hal yang sederhana, bergerak bersama, dan memberi makna untuk masyarakat.”

 

itu tidak sekadar hendak menghadirkan panggung, tetapi juga melestarikan budaya dan menggali potensi melalui jalan kebudayaan.

LAINNYA