Melalui Go To School, Korps PII Wati Aceh Bangun Kesadaran Siswa Pentingnya Pendidikan 

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Sep 2025 09:21 redaksi

FRASALOCAL||BANDA ACEH– Koordinator Wilayah Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati, gelar kegiatan go to school yang dilakukan mulai Agustus 2025 lalu dengan tujuan untuk membangun karakter dan kecerdasan anak, Rabu 10 September 2025.

Ketua Koordinator Wilayah Korps PII Wati Aceh, Haifa Ghalda mengatakan kegiatan go to school yang dilakukan akan terus berjalan dimasa periode yang di pimpinnya sebagai badan Otonom PII Wati.

“Kegiatan ini kita kami mulai laksanakan di bulan agustus dan berakhir hingga masa keperiodean masa pengurusan hingga 2027,”ujar Haifa Ghalda.

Kata Haifa Ghalda, melalui kegiatan PII Wati Go to School ini, akan terbangunnya kesadaran pada anak-anak tentang pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan sekaligus memotivasi untuk terus bersemangat meraih cita-cita.

“Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pembentukan karakter melalui penanaman nilai sopan santun dan akhlak mulia, sehingga anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkepribadian baik, beretika, dan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya guna serta berakhlak mulia,”ungkap Haifa Ghalda.

Haifa Ghalda menyebutkan dampak dari kegiatan PII Wati Go to School pada siswa saat ini terlihat cukup positif.

“Dengan kami melaksanakan lomba mewarnai anak- anak menjadi lebih semangat, Tidak hanya semangat belajar namun kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab mulai tumbuh dalam diri siswa, sehingga mereka lebih siap untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu sekaligus berkarakter,”sebut Haifa Ghalda.

Dikatakannya, anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan semakin sadar akan pentingnya menuntut ilmu demi masa depan.

“Mereka juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih baik, terutama dalam hal sopan santun dan akhlak sehari-hari,”ujar Haifa.

Kemudian, kata Haifa Ghalda, pendidikan merupakan hak sekaligus kebutuhan penting bagi setiap anak, sehingga tidak boleh berhenti mengejar ilmu dan cita-cita meskipun menghadapi keterbatasan.

“Kegiatan ini juga menekankan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan seimbang dengan pembentukan akhlak, sopan santun, dan karakter yang baik,”imbuhnya

Haifa berharap, anak-anak tidak hanya menjadi generasi yang pintar, tetapi juga memiliki kepribadian mulia yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa di masa depan.

LAINNYA