Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja Sebut Thailand Telah Melakukan Pelanggaran Berat Hukum Humaniter Internasional

waktu baca 2 menit
Sabtu, 26 Jul 2025 23:15 redaksi

FRASALOCAL|| Kamboja- Invasi Thailand terhadap Kamboja telah melakukan eskalasi yang sangat berbahya dimana angkatan bersenjata Thailand meningkatkan pengeboman terhadap masyarakat sipil dengan menggunakan amunisi Tandan (Bom Curah) yang dilarang secara internasional, Sabtu (26/7/2025).

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan bahwa pasukan Thailand secara sengaja menargetkan desa-desa terpencil jauh di dalam wilayah Kamboja, termasuk pagoda Buddha dan situs nonmiliter lainnya, yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera dari warga sipil.

“Angkatan bersenjata Kamboja telah berdiri teguh, sedang berdiri teguh, dan akan terus berdiri teguh untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah kami dari invasi asing,” kata Letnan Jenderal Maly Socheata, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional, dalam jumpa pers dilansir di media pemberitaan Kamboja di www.khmertimeskh.com.

Kata Letnan Jenderal Maly Socheata, bahasa situasi makin memburuk saat Thailand memperluas serangan militernya ke arah barat ke provinsi Pursat, yang secara efektif membuka front baru saat pertempuran memasuki hari ketiga.

Letnan Jenderal Maly Socheata menyebutkan, Thailand secara terbuka mengakui penggunaan amunisi tandan yang dilarang secara internasional, yang mengakibatkan serangan tanpa pandang bulu terhadap tempat-tempat keagamaan seperti pagoda Buddha.

Sementara itu, Letnan Jenderal Maly Socheata, sebut bahwa Thailand telah melakukan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.

“Kita telah mengimbau masyarakat internasional untuk segera melakukan intervensi sebelum krisis menjadi tidak terkendali,”tutup Letnan Jenderal Maly Socheata.

Sumber:www.khmertimeskh.com

LAINNYA