25 Wartawan Meulaboh Dibekali Ilmu Cek Fakta Guna Bendung Hoaks

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Jul 2025 23:38 redaksi

FRASALOCAL||ACEH BARAT – Menyikapi maraknya penyebaran hoaks di media sosial yang kian meresahkan, Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar pelatihan khusus untuk 25 wartawan yang bertugas di Meulaboh.

“Dampak buruk berita dan konten hoaks sangat terasa di masyarakat. Wartawan punya peran penting untuk meluruskan informasi yang salah dengan mengungkap fakta sebenarnya,” ujar Destika Gilang Lestari, Program Officer Gerak Aceh, saat acara pelatihan di Meulaboh, Kamis (17/7/2025).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, dari 17 hingga 18 Juli 2025, bertempat di Meuligoe Hotel Meulaboh. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator ahli dari Mafindo, Puji F. Susanti, yang memberikan pembekalan kepada para jurnalis mengenai teknik dan metode verifikasi fakta (fact-checking) dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Menurut pihak penyelenggara, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan para jurnalis lokal dalam melawan ancaman disinformasi, misinformasi, dan hoaks, sekaligus menjaga kualitas informasi publik demi terciptanya demokrasi yang sehat.

Destika menambahkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah sukses diadakan di Banda Aceh. Pemilihan Meulaboh sebagai lokasi selanjutnya adalah untuk menjangkau para jurnalis yang bertugas di wilayah barat dan selatan Aceh.

“Konsolidasi jurnalis ini sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kredibilitas informasi yang diterima masyarakat,” imbuhnya.

Gerak Aceh berharap, setelah mengikuti pelatihan intensif ini, para wartawan akan lebih mampu mengenali potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penyebaran hoaks dan memiliki kemampuan untuk melakukan verifikasi informasi secara mandiri melalui analisis data yang akurat.

“Wartawan memiliki tanggung jawab untuk aktif menangkal hoaks dan menyajikan informasi yang benar kepada publik,” tegas Destika.

Dalam sesi pelatihan, fasilitator dari Mafindo, Puji F. Susanti, memaparkan berbagai langkah praktis untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di dunia maya. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi langsung dalam mengidentifikasi keakuratan suatu informasi sebelum dipublikasikan. (Tomi)

LAINNYA