Bupati Safaruddin Bersama Forkompimda Ziarah Ke Makam Teuku Peukan Abdya

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Agu 2026 17:20 mustafarudin

FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berziarah ke makam pahlawan Teungku (Tgk) Peukan di Kompleks Masjid Jamik Baitul Adhim, Blangpidie, Minggu (16/8/2026).

 

Ziarah dan tabur bunga tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Safaruddin bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga.

 

Tabur bunga diawali oleh Bupati Safaruddin, kemudian Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi.

 

Selanjutnya, tabur bunga dilakukan Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi B, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al Amin, Kejari Abdya Kardono, Kepala Mahkamah Syar’iyah Blangpidie Muhammad Reza Fahlepi, Danyon TP Abdya Mayor Rocky Maricula, dan diakhiri Plt Sekda Abdya Amrizal.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

 

Berdasarkan Informasi yang diperoleh awak media, Minggu (16/8/2026) dari berbagai sumber menyebutkan, Teungku Peukan merupakan ulama kharismatik sekaligus pejuang asal Manggeng, Aceh Barat Daya, yang pada masa itu masih menjadi bagian dari Aceh Selatan.

 

Teungku Peukan dikenal sebagai sosok yang memimpin perlawanan masyarakat terhadap kolonial Belanda.

 

Ia lahir pada 1886. Teungku Peukan merupakan putra Teungku Adam atau Keuchik Adam bin Teungku Padang Ganting dan Siti Zulaikha.

 

Serangan ke Tangsi Belanda

Perjuangan Teungku Peukan mencapai puncaknya pada Jumat dini hari, 11 September 1926.

 

Saat itu, Teungku Peukan bersama pasukannya menyerang tangsi Belanda di Blangpidie setelah sebelumnya melaksanakan wirid dan zikir bersama di Meunasah Ayah Gadeng, Manggeng.

 

Serangan mendadak tersebut membuat pasukan Belanda yang berada di tangsi panik karena tidak siap menghadapi serangan fajar.

 

Namun, ketika Teungku Peukan mengumandangkan azan sebagai tanda kemenangan, seorang tentara Belanda menembaknya.

 

Teungku Peukan gugur dan syahid dalam peristiwa tersebut.

 

Jenazahnya kemudian dimakamkan di halaman Masjid Jamik Baitul Adhim, Blangpidie.

 

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya, nama Teungku Peukan kemudian diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Barat Daya.

LAINNYA