FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kabupaten setempat yang berlangsung di Gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Selasa 13 Oktober 2026.
Pelaksanaan Musda yang megusung tema “Meneguhkan Peran Ulama dalam Pelaksanaan dan Pengawasan Peukong Agama di Bumoe Breuh Sigupai” turut hadir Plt Sekda Abdya Amrizal, Ketua MPU Tgk Dahlan, Waka Polres Abdya Kompol Surya Purba serta sejumlah Ulama dalam kabupaten Abdya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa Musda MPU bukanlah Musda organisasi kepemudaan maupun Musda partai politik. Oleh karena itu, ia berharap pelaksanaan musda tidak ditunggangi oleh kepentingan politik.
“Sejak saya dilantik, perbedaan pandangan maupun pilihan politik sudah kita leburkan. Prinsip saya hanya ingin berangkat dari nilai keteladanan.
Apa yang saya sampaikan, mudah-mudahan itulah yang saya lakukan. Saya berharap pada Musda kelima ini bukan lagi soal gerbong pemenang atau gerbong yang kalah yang ditentukan,” harap Safaruddin.
Safaruddin juga mengaku telah berpesan kepada ulama yang dulu sejalan dengannya saat Pilkada agar tidak mendiskreditkan para Abu dan Ulama lainnya.
Ia memahami, perbedaan pilihan pada masa lalu mungkin terjadi karena adanya hubungan emosional dengan kandidat lain.
“Alhamdulillah saat ini takdir Allah telah mengamanahkan kepada saya untuk memimpin masyarakat Abdya selama lima tahun kedepan.
Oleh karena itu, ketika sudah menjadi pemimpin, saya tidak boleh berbuat zalim kepada siapa pun meskipun kepada orang yang dulunya berbeda pandangan politik dengan saya,” ucapnya.
Safaruddin kembali menegaskan bahwa Musda MPU ini terbuka untuk siapa saja. Kemudian ia juga menginginkan di dalam tubuh MPU harus ada kolaborasi kekuatan para alim ulama yang telah diverifikasi dan diidentifikasi sesuai basis keilmuan dan latar belakang organisasinya untuk terhimpun di lembaga ini.