Pelopori Gerakan Satu Pejabat Satu Anak Yatim, Bupati Abdya Ajak Eselon Jadi Bapak Asuh

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Sep 2026 14:57 mustafarudin

FRASALOCAL.COM||BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mempelopori gerakan satu pejabat satu anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

 

Gerakan tersebut menyasar seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya, khususnya tingkat eselon.

 

 

“Saya mengajak seluruh pejabat, minimal yang menduduki posisi eselon, mari kita menjadi bapak asuh anak yatim. Minimal satu pejabat mengasuh satu anak yatim,” kata Safaruddin dalam arahannya saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanganan Karhutla di halaman kantor Bupati setempat, Senin (31/8/2026).

 

Langkah ini diharapkan menjadi jalan keberkahan sekaligus solusi konkret dalam menjamin masa depan dan kesejahteraan anak-anak yang kehilangan orang tua di Abdya.

 

Menurut Safaruddin, skema bantuan yang ditawarkan tidaklah memberatkan. Cukup dengan menyisihkan nominal Rp10 ribu per hari, para pejabat sudah bisa memberikan santunan rutin setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan dasar anak asuh mereka.

 

“Kalau kita perhitungkan, cukup Rp10 ribu per hari yang kita sisihkan untuk disalurkan setiap bulan. Ini nilai yang sangat kecil bagi kita, tetapi membawa dampak yang luar biasa besar bagi kehidupan mereka,” ucapnya.

 

Safaruddin menekankan bahwa niat tulus dan kesungguhan dalam menyantuni anak yatim tidak hanya berdampak pada kesejahteraan anak-anak tersebut, tetapi juga membawa keberkahan dan ketenangan jiwa bagi yang memberikan.

 

“Mari kita bersungguh-sungguh membantu anak yatim. Yakinlah, dari setiap ketidaktenangan hidup yang kita rasakan. Allah akan memberikan ganjaran yang baik, melapangkan rezeki, dan menghadirkan kedamaian dalam hati kita jika kita mau berbagi,” ucapnya.

 

Tidak hanya mengandalkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab Abdya juga akan merangkul dunia usaha.

 

Safaruddin menyatakan bakal mengundang seluruh perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD yang beroperasi di wilayah Abdya untuk mengambil peran aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun pengasuhan langsung.

 

LAINNYA