FRASALOCAL||ACEH BARAT- Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat, mendesak Yayasan Pangkai Meurunoe Aneuk Nelayan (YPMAN) terbuka terhadap dana Rp33 miliar, hal ini diduga tidak ada transparansi terkait penggunaan dana sebanyak Rp33 miliar, Jum’at 10 April 2026.
Dimana sebelumnya Isu pengelolaan dana sekitar Rp33 miliar tidak kejelasan dari yayasan YPMAN, maka dengan itu seluruh Panglima Laot Aceh memicu protes keras terkait transparansi.
Panglima laot Aceh Barat, Amiruddin mengatakan kekecewaan panglima laot yang tidak transparan dilakukan oleh YPMAN banyak menimbulkan kecurigaan, apa lagi mendengar isu kepengurusan yang terlibat saat ini akan di ganti yang baru.
“Boleh diganti yang baru kepengurusan YPMAN, akan tetapi selesaikan dulu tanggung jawab yang masih mencuat ini, uang Rp 33 Milyar ini bukan sedikit, jika diberikan betul-betul kepada anak nelayan sudah sejahtera mereka,”ujar Amiruddin.
Amirrudin juga menyebutkan hal ini sangat merugikan masyarakat YPMAN mengambil langkah tanpa musyawarah dengan Panglima Laot Kabupaten lainnya.
“Kami juga ingin pihak YPMAN memberikan penjelasan kepada semua panglima laot di Aceh, ini bukan sekadar tuntutan, melainkan kebutuhan. Sebab dana yang dikelola YPMAN memiliki tujuan sosial yang jelas menopang pendidikan anak-anak nelayan dan memperkuat masa depan mereka,”ungkap Amiruddin.
Kata Amiruddin, lembaga Panglima Laot menginginkan agar dana abadi yang notabene milik nelayan Aceh dapat dikelola dengan benar, sehingga benar-benar bermanfaat bagi seluruh nelayan.
“Lembaga YPMAN berdiri sejak tahun 2001, YPMAN dimana selama ini dikenal memiliki peran dalam mendukung pendidikan anak-anak nelayan di Aceh,”sebut Amiruddin.
Program-program yang dijalankan mencakup penyaluran bantuan pendidikan dan beasiswa, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, termasuk pendidikan keagamaan.
“Yang akami minta bukan sekadar kata, melainkan penjelasan yang terbuka dan nyata,”imbuh Amiruddin.
Amiruddin juga menegaskan hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak penasehat YPMAN terkait waktu musyawarah membicarakan dana Rp 33 Milyar dengan pihak panglima Laot Aceh.
“Kalau memang tidak ada pertanggung jawaban terkait dana Rp 33 Milyar, kami seluruh Aceh siap membawa keranah hukum,”tutup Amiruddin.
Hingga saat ini pihak FRASALOCAL belum dapat mengkonfirmasi dengan YPMAN.