Aceh Barat Matangkan Adipura 2025, PUPR Gelar Pelatihan Satgas Desa

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Sep 2025 18:03 redaksi

FRASALOCAL || ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat semakin serius mematangkan persiapan menuju penilaian Adipura 2025. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pelatihan tahap kedua tentang pengelolaan sampah dan pengenalan bank sampah kembali digelar khusus bagi Satuan Tugas (Satgas) Adipura desa, pada Senin (22/09/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PUPR Aceh Barat ini diikuti 36 peserta dari Kecamatan Johan Pahlawan dan Meureubo. Para peserta dilatih untuk memperkuat kapasitas, sekaligus mempersiapkan desa masing-masing agar lebih siap menghadapi evaluasi tim Adipura Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Oktober mendatang.

Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat sekaligus Satgas Adipura, Fadly Octora, ST., MT, menegaskan pentingnya peran Satgas desa dalam mendidik masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Peran Satgas Adipura sangat menentukan hasil penilaian tim Adipura KLHK. Karena itu, Satgas harus aktif menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan asri,” ujarnya.

Fadly menekankan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti sebatas sosialisasi, melainkan harus menghasilkan kepengurusan bank sampah di setiap desa. Dengan demikian, pengelolaan sampah bisa berjalan lebih terintegrasi.

“Kami berharap dari hasil evaluasi pelatihan sudah terbentuk nama-nama pengurus bank sampah di desa masing-masing. Bank sampah sangat penting untuk keberlanjutan program lingkungan hidup sekaligus pemilahan sampah bernilai ekonomis,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, keberhasilan program ini menjadi modal penting bagi Aceh Barat dalam penilaian Adipura 2025. Pada Oktober nanti akan ada penilaian awal, sementara tahap final direncanakan berlangsung pada Desember.

“Ketika tim pusat datang, mereka tidak hanya melihat kebersihan kota, tapi juga sistem pengelolaan. Jika ada bank sampah, nilai kita pasti meningkat. Daerah-daerah di Jawa sudah membuktikan bank sampah bisa jadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.

Selain itu, Fadly menyebut Aceh Barat sudah berada di jalur yang tepat. Partisipasi masyarakat yang konsisten mulai dari edukasi, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi modal besar menuju kota bersih.

“Target kita sederhana, kota bersih, ada pengelolaan sampah, ada edukasi, ada bank sampah, maka nilai Adipura bisa lebih baik,” pungkasnya.

LAINNYA