FRASALOCAL || ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus melangkah maju dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. Upaya ini tidak hanya demi mewujudkan lingkungan bersih, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Langkah yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah serta menjaga kebersihan kota. Lebih jauh, target besar yang ingin dicapai adalah meraih kembali kepercayaan publik dengan memperoleh Piala Adipura tahun 2025.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, kolaborasi strategis dijalin bersama Bank Sampah Unit (BSU) Dolah Recycle. Kolaborasi ini mempersiapkan berbagai kegiatan edukatif dan aplikatif untuk membekali para calon Satgas Adipura.
Tahapan kegiatan disusun secara berjenjang, dimulai dari pelatihan dasar mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah, hingga kegiatan lanjutan yang dikemas dalam forum “Ngopi Bareng” pada 23 September 2025. Puncaknya, akan diadakan Kemah Adipura yang menjadi ruang pembentukan karakter Satgas terpilih.
Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, secara resmi membuka pelatihan perdana pengelolaan sampah dan bank sampah yang berlangsung di Aula Dinas PUPR, Jumat (19/09/2025).
“Penguatan kapasitas calon anggota Satgas Adipura penting untuk mendukung pengelolaan serta pengurangan sampah di lingkungan masyarakat,” ujar Fadly.
Ia menuturkan, pelatihan awal diikuti 36 calon Satgas yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Johan Pahlawan dan Meureubo. Kehadiran peserta ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dalam tata kelola sampah di desa masing-masing.
“Bagi calon Satgas yang dinyatakan lulus, selanjutnya akan mengikuti pelatihan lanjutan dalam kegiatan Kemah Adipura pada 27–28 September 2025,” sambungnya.
Fadly menekankan, keberadaan Satgas nantinya diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka bisa menjadi teladan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan Direktur BSU Dolah Recycle, Deriansyah, ST, sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi seputar sistem pengelolaan dan pemilahan sampah secara terpadu.
“Pelatihan calon Satgas Adipura ini menjadi langkah awal untuk membekali peserta dari berbagai desa agar dapat mengambil peran dalam pengelolaan sampah dan bank sampah,” kata Deriansyah.
Ia menutup dengan pesan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi dan kesungguhan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh.
“Melalui pelatihan tahap awal, peserta dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan bank sampah. Peserta yang lulus akan mengikuti kegiatan Kemah Adipura di Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan,” pungkasnya.