
FRASALOCAL|| ACEH JAYA – Kerja sama antar daerah dalam mengembangkan potensi hasil hutan bukan kayu mulai terlihat di Aceh Jaya. CV Sumber Mandiri Jaya, sebuah perusahaan pengolahan rotan asal Cirebon, Jawa Barat, kini membuka basis operasionalnya di Desa Keude Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.
Perusahaan yang dipimpin oleh Darmawan ini menggandeng masyarakat setempat melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHd). Rotan yang menjadi bahan baku utama dikumpulkan dari berbagai kabupaten di Aceh, meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Simeulue, hingga Aceh Tengah.
“Target kami adalah menghimpun hingga 100 ton rotan setiap bulannya dari seluruh Aceh. Ini bukan hanya potensi industri, tetapi juga peluang ekonomi riil bagi masyarakat,” ungkap Darmawan, Minggu (13/7/2025).
Darmawan menjelaskan bahwa operasional perusahaannya telah memiliki landasan hukum yang kuat, dengan izin resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Aceh. Pihaknya juga berkomitmen untuk menerapkan praktik pengelolaan rotan yang berkelanjutan.

Sebagai langkah jangka panjang, CV Sumber Mandiri Jaya berencana membentuk koperasi komunitas. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah rotan di tingkat lokal. Selain itu, program pelatihan dan pendampingan teknis juga akan dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam industri rotan.
“Kami sangat berharap adanya peran aktif dari pemerintah daerah dalam membangun ekosistem industri rotan yang komprehensif, mulai dari pengelolaan di hulu hingga pengolahan produk kerajinan di hilir,” harap Darmawan.
Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kebijakan yang tepat, Aceh Jaya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra rotan nasional yang dikelola secara legal, lestari, dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.(Tomi)