Sembilan Gampong di Muara Tiga Kembali Dilanda Banjir

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Jan 2025 02:16 redaksi

FRASALOCAL ||SIGLI –Banjir kembali melanda sembilan gampong di Kecamatan Muara Tiga mengalami banjir untuk ketiga kalinya, sementara lima gampong lainnya baru pertama kali terendam.

Sebelumnya telah terjadi banjir yang terdiri tiga gampang saja, Namum pada bulan ini telah bertambah emam Gampong dalam kecamatan setempat, Selasa (13/1/2025).

Kejadian ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengakibatkan kenaikan debit air sungai sehingga luapan kerumah warga setempat.

Camat Muara Tiga Bakhtiar SKM Mkes, mengatakan, ada sembilan Gampong yang terdampak banjir yakni, Gampong Keupula, Gampong Ie Masen, Gampong Batee, Gampong Ingin Jaya, Gampong Tuha Biheue, Gampong Pawod Gampong Papeun, Gampong Krueng, Gampong Deyah

“Rumah yang masih terendam banjir saat ini yaitu, Gampong Keupula, Gampong Deyah, dan gampang Krueng serta Gampong Pawod, karena mereka luapan air sungai dan air sawah,”kata Camat Muara Tiga.

 

Kemudian camat Bakhtiar menjelaskan, sedangkan lima gampong lainnya, seperti Gampong Ie Masen, Gampong Batee, Gampong Ingin Jaya, Gampong Tuha Biheue, Papeun baru pertama kali dilanda banjir, sebelumnya tidak pernah melanda banjir separah yang dialami oleh masyarakat.

 

“Ada lima Gampong diperkirakan ketinggian air sekitar lebih kurang satu meter, luapan air tidak lama bahkan surut dengan cepat,” ujarnya.

 

Bakhtiar menambahkan sedangkan empat gampong memperkirakan ketinggian air di daerah yang terdampak banjir bervariasi, antara 20 hingga 30 sentimeter. Meskipun banjir cukup parah, hingga saat ini warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing, dan belum ada laporan pengungsian.

 

“Data sementara mengenai jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sedang kami lakukan pendataan lebih lanjut bersama para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta Muspika kecamatan Muara Tiga,” sebut Bakhtiar.

Camat Muara Tiga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mengingat curah hujan yang masih tinggi. Sementara petugas dari dinas sosial kabupaten Pidie telah melakukan pemantauan dan pendataan korban imbas banjir.

“Petugas dinas sosial (TKSK) terus melakukan pemantauan dan melakukan pendataan masyarakat imbas banjir,” tutur camat.

Terlihat para masyarakat tampak banjir seperti tidak dihiraukan oleh Keuchik, saat terjadi bencana seperti itu seharusnya para perangkat gampong setempat segara evaluasi para warga imbas banjir jangan dibiarkan begitu saja.

“Kita berharap kepada Keuchik kedepannya jika ada musibah bencana banjir atau bencana lainnya segera melaporkan kepada TKSK Muara Tiga atau langsung melaporkan kami Muspika,” pinta camat.

Para kepala dusun atau perangkat gampong juga harus melakukan pendataan jangan tunggu petugas kecamatan yang turun tangan para perangkat gampong segara melakukan pendataan, jika ada masyarakat yang harus mengungsi segera memberikan pelayanan tempat pengungsian agar pemerintah kabupaten juga akan membatu untuk pengungsian.

“Jika tidak ada pengungsian kami dari pemerintah setempat juga tidak dapat membatu masa tanggap darurat, dengan adanya pengisian pemerintah akan turun tangan membantu masyarakat imbas banjir,” tutupnya

LAINNYA