
FRASALOCAL||BANDA ACEH- Terkait Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyegel gudang PT Multazam Sabang Group, perusahaan yang dilaporkan melakukan impor tanpa izin pemerintah pusat. Tokoh Muda Aceh, Rendi Umbara minta 250 ton beras ilegal tersebut dibagikan ke rakyat miskin, Senin 24 November 2025.
Dalam siaran Pers, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa laporan ia terima pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB, Setelah dilakukan penelusuran, ia segera berkoordinasi dengan Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk menghentikan aktivitas di lokasi karena beras tersebut berasa Thailand melalui Sabang, Aceh tanpa izin pemerintah pusat.
Kemudian Pemerintah memerintahkan penyegelan dan memastikan beras tidak keluar.
“Sekitar jam 2 kami terima laporan bahwasannya ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung disegel. Ini berasnya, kami perintahkan tidak boleh keluar,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Senin 24 November 2025.

Kata Mentan Amran, bahwa Bapak Presiden prabowo sudah menyampaikan indonesia sudah swasembada tahun ini, tidak impor, sudah swasembada, stok lebih dari cukup.
Oleh karena itu, Rendi Umbara yang merupakan Tokoh muda Aceh, terkait Persoalan beras ilegal tidak perlu di perpanjang polimiknya.
“Itu rezeki Allah SWT kepada rakyat aceh. Kami minta presiden membagi ke masyarakat miskin, mengingat beberapa bulan kedepan sudah masuk bulan ramadhan,”ujar Rendi.
Rendi menyebutkan jika beras itu dibagi maka inflasi aceh bisa ditekan, Itu rezeki yang tak di duga-duga sebagaimana disebutkan dalam al qur an urat At-Talaq ayat 2 dan 3. Ayat ini menjelaskan bahwa siapa pun yang bertakwa kepada Allah akan diberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, sementara barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya akan dicukupkan segala keperluannya.
“Jika memang nanti bapak presiden yang sangat mencintai rakyat aceh, membagikan beras itu kepada masyarakat, diminta pemerintah kabupaten/kota mengawasi dengan baik agar pemerintah gampong menyalurkan kepada keluarga yang berhak,”ujar Rendi Umbara.